Selamat Datang di Website Manggis ComP Demak --- Alamat : JL.Manggis No.48 Dk.Karangsari Rt.03 Rw.1 Kec.Karangtengah Kab.Demak Kode Pos 59561 Jawa Tengah Indonesia . Telp. +62823 234 27 456 E-Mail : manggis.comp.demak@gmail.com , FB : Adi Demak Karangtengah / Lutviana Adi . Terima Kasih Sudah Berkunjung

Sabtu, 31 Mei 2025

Kesultanan Demak


Kesultanan Demak atau Kerajaan Demak adalah kerajaan Islam pertama dan terbesar di pantai utara Jawa("Pasisir"). Menurut tradisi Jawa, Demak sebelumnya merupakan kadipaten dari kerajaan Majapahit, kemudian muncul sebagai kekuatan baru mewarisi legitimasi dari kebesaran Majapahit.
Kerajaan ini tercatat menjadi pelopor penyebaran agama Islam di pulau Jawa dan Indonesia pada umumnya. Walau tidak berumur panjang dan segera mengalami kemunduran karena terjadi perebutan kekuasaan di antara kerabat kerajaan. Pada tahun 1568, kekuasaan Demak beralih ke Kerajaan Pajang yang didirikan oleh Jaka Tingkir. Salah satu peninggalan bersejarah Kerajaan Demak ialah Mesjid Agung Demak, yang menurut tradisi didirikan olehWalisongo.
Lokasi keraton Demak, yang pada masa itu berada di tepi laut, berada di kampung Bintara (dibaca "Bintoro" dalambahasa Jawa), saat ini telah menjadi kota Demak di Jawa Tengah. Sebutan kerajaan pada periode ketika beribukota di sana dikenal sebagai Demak Bintara. Pada masa raja ke-4 ibukota dipindahkan ke Prawata (dibaca "Prawoto") dan untuk periode ini kerajaan disebut Demak Prawata.
Masa Awal
Menjelang akhir abad ke-15, seiring dengan kemuduran Majapahit, secara praktis beberapa wilayah kekuasaannya mulai memisahkan diri. Bahkan wilayah-wilayah yang tersebar atas kadipaten-kadipaten saling serang, saling mengklaim sebagai pewaris tahta Majapahit.
Sementara Demak yang berada di wilayah utara pantai Jawa muncul sebagai kawasan yang mandiri. Dalam tradisi Jawa digambarkan bahwa Demak merupakan penganti langsung dari Majapahit, sementara Raja Demak (Raden Patah) dianggap sebagai putra Majapahit terakhir. Kerajaan Demak didirikan oleh kemungkinan besar seorang Tionghoa Muslim bernama Cek Ko-po.[2] Kemungkinan besar puteranya adalah orang yang oleh Tomé Pires dalam Suma Oriental-nya dijuluki "Pate Rodim", mungkin dimaksudkan "Badruddin" atau "Kamaruddin" dan meninggal sekitar tahun 1504. Putera atau adik Rodim, yang bernama Trenggana bertahta dari tahun 1505 sampai 1518, kemudian dari tahun 1521 sampai 1546. Di antara kedua masa ini yang bertahta adalah iparnya, Raja Yunus (Pati Unus) dari Jepara. Sementara pada masa Trenggana sekitar tahun 1527ekspansi militer Kerajaan Demak berhasil menundukan Majapahit.
Masa Ke-Emasan
Pada awal abad ke-16, Kerajaan Demak telah menjadi kerajaan yang kuat di Pulau Jawa, tidak satu pun kerajaan lain di Jawa yang mampu menandingi usaha kerajaan ini dalam memperluas kekuasaannya dengan menundukan beberapa kawasan pelabuhan dan pedalaman di nusantara.
Di Bawah Pimpinan Pati Unus
Demak di bawah Pati Unus adalah Demak yang berwawasan nusantara. Visi besarnya adalah menjadikan Demak sebagai kerajaan maritim yang besar. Pada masa kepemimpinannya, Demak merasa terancam dengan pendudukan Portugis diMalaka. Kemudian beberapa kali ia mengirimkan armada lautnya untuk menyerang Portugis di Malaka.
Di Bawah Pimpinan Sultan Trenggana
Trenggana berjasa atas penyebaran Islam di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Di bawahnya, Demak mulai menguasai daerah-daerah Jawa lainnya seperti merebut Sunda Kelapa dari Pajajaran serta menghalau tentara Portugis yang akan mendarat di sana (1527), Tuban (1527), Madiun (1529), Surabaya dan Pasuruan (1527), Malang (1545), dan Blambangan, kerajaan Hindu terakhir di ujung timur pulau Jawa (1527, 1546). Trenggana meninggal pada tahun 1546 dalam sebuah pertempuran menaklukkan Pasuruan, dan kemudian digantikan oleh Sunan Prawoto. Salah seorang panglima perang Demak waktu itu adalah Fatahillah, pemuda asal Pasai (Sumatera), yang juga menjadi menantu raja Trenggana. Sementara Maulana Hasanuddin putera Sunan Gunung Jati[4] diperintah oleh Trenggana untuk menundukkan Banten Girang. Kemudian hari keturunan Maulana Hasanudin menjadikan Banten sebagai kerajaan mandiri. Sedangkan Sunan Kudus merupakan imam di Masjid Demak juga pemimpin utama dalam penaklukan Majapahit sebelum pindah ke Kudus.
Kemunduran
Suksesi Raja Demak 3 tidak berlangsung mulus, terjadi Persaingan panas antara P. Surowiyoto (Pangeran Sekar)dan Trenggana yang berlanjut dengan di bunuhnya P.Surowiyoto oleh Sunan Prawoto(anak Trenggono), peristiwa ini terjadi di tepi sungai saat Surowiyoto pulang dari Masjid sehabis sholat Jum'at. Sejak Pristiwa itu Surowiyoto(Sekar)dikenal dengan sebutan Sekar Sedo Lepen yang Artinya Sekar gugur di Sungai. Pada tahun 1546 Trenggono Wafat dan tampuk kekuasaan dipegang oleh Sunan Prawoto, anak Trenggono, sebagai Raja Demak ke 4, akan tetapi pada tahun 1549 Sunan Prawoto dan Isteri nya dibunuh oleh pengikut P. Arya Penangsang, putera Pangeran Surowiyoto (Sekar). P. Arya Penangsang kemudian menjadi penguasa tahta Demak sebagai Raja Demak ke 5. Pengikut Arya Penangsang juga membunuh Pangeran Hadiri, adipati [Jepara], hal ini menyebabkan adipati-adipati di bawah Demak memusuhi P. Arya Penangsang, salah satunya adalah Adipati Pajang Joko Tingkir (Hadiwijoyo).
Pada tahun 1554 terjadilan Pemberontakan dilakukan oleh adipati Pajang Joko Tingkir (Hadiwijoyo) untuk merebut kekuasaan dari Arya Penangsang. Dalam Peristiwa ini Arya Penangsangsang dibunuh oleh Sutawijaya, anak angkat Joko Tingkir. Dengan terbunuhnya Arya Penangsang sebagai Raja Demak ke 5, maka berakhirlah era Kerajaan Demak. Joko Tingkir (Hadiwijoyo)memindahkan Pusat Pemerintahan ke Pajang dan mendirikan Kerajaan Pajang

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Demak#Masa_awal

Hati-hati Jika Anda Dicintai oleh Jin, Lihat Tanda-tandanya

Hati-hati Jika Anda Dicintai oleh Jin, Lihat Tanda-tandanya

Assalamu'alaikum wr.wb

Pada kitab Ibnu Taimiyah “An-Nubuwwaat” Ia berkata: “Terkadang Jin juga bisa jatuh cinta kepada manusia seperti halnya manusia jatuh cinta pada manusia lainnya, dan sebagaimana seorang lelaki mencintai wanita, dan wanita mencintai pria".


Maka ia pun merasa cemburu padanya dan ia mendukung kecemburuannya itu dengan segala sesuatu yang bisa ia lakukan.


Dan jika yang ia cintai bersama dengan laki-laki atau wanita yang lain, maka terkadang ia menghukumnya dengan membunuhnya atau dengan cara lainnya asal nafsunya terpenuhi.Dan semua ini benar-benar nyata terjadi.

Maka sudah seharusnya bagi setiap Muslim dan Muslimah untuk selalu berusaha menekuni dzikir yang telah diajarkan oleh baginda Rasulullah SAW kepada kita, khususnya dzikir ketika masuk kamar mandi dan dzikir ketika berhubungan badan.

Karena bisa jadi bertelanjang tanpa diawali dengan dzikir kepada allah merupakan sebab jatuh cintanya jin kepada manusia.

Lalu apa saja sih tanda-tanda orang yang sedang ditaksir sama jin? Berikut ini adalah Tanda Tanda Jika Ada Jin Yang Jatuh Hati Pada Manusia:

1. Sering mimpi basah (-maaf- berjima') tanpa sebab, contoh mimpi ada sebabnya : Mimpi karena baligh, mimpi karena sering melamunkan hubungan badan, mimpi karena melihat sesuatu yang merangsang, mimpi karena kepenuhan sehingga perlu ada yang dibuang.

Sedangkan mimpi karena gangguan biasanya mimpinya berlangsung lama, dan di dalam mimpi itu melakukan seperti dalam kenyataan, jika selesai mimpi terasa lemas, letih dan capek

2. Merasakan ada bayangan seseorang yang berbaring atau tidur di sampingnya, biasanya sewaktu hendak tidur

3. Merasakan bayangan yang sama di samping tempat tidurnya

4. Enggan untuk menikah

5. Tidak tertarik pada lawan jenis

6. Jika menikah merasa tidak nyaman di saat-saat bermesraan dengan pasangannya

7. Tidak ada keinginan untuk berhubungan dengan pasangannya secara alami tanpa terpaksa, biasanya melakukan karena didorong kewajiban saja

8. Setelah berhubungan dengan pasangannya (suami/istri) merasa sedih, sempit dadanya, seperti tidak punya gairah

9. Sulit punya keturunan, walau dia subur dan tidak mandul (biasanya sering bermimpi ketemu bayi kemudian ia gendong).

10. Mimpi seakan akan dilamar dan dipaksa menikah oleh sekelompok orang

11. Dorongan kuat untuk selalu melakukan onani / masturbasi

Semoga Allah melindungi kita dan keluarga kita dari kejahatan dan kedzaliman makhluk-makhlukNya. Aamiin.

Wassalamu'alaikum wr.wb

Ketahui Cara Jin Meniduri Wanita dan Cara Menghindarinya

Ketahui Cara Jin Meniduri Wanita dan Cara Menghindarinya

Assalamu'alaikum wr.wb

Ikhwah fillah akhwat rahimakumullah. Sudah harus menjadi kesadaran bagi semua wanita untuk mewaspadai gangguan jin atas wanita-wanita muslimah. Oleh karenanya izinkan saya memaparkan beberapa hal yang sangat rentan bagi wanita atas kejahatan jin itu sendiri.



Ilustrasi

Perlu diketahui, wanita adalah mangsa empuk bagi jin maupun dukun untuk melampiaskan kejahatannya. Wanita lebih mudah kesurupan, di santet, dan disihir oleh dukun. Dan itu lebih rentan apabila dalam keadaan haidh, ditambah lagi kondisi lahir dan batin yang tidak bersih.

Rasul bersabda, ketika wanita keluar rumah maka setan akan menghiasi mereka depan dan belakang. Depan di bagian wajah dan belakang di bagian pinggul. Oleh karenanya kenapa wanita disebut akan mendatangkan fitnah ketika keluar rumah, dianjurkan bagi mrka agar berpakaian menutup dan berdoa serta berzikir agar setan tidak menghiasi mereka serta tidak memudharatkan mereka.

Jin sangat senang melihat aurat, dan itu terlebih lagi bagi wanita. Ketika Rasul pulang kerumah dari gua Hira, Khatijah membuka baju beliau dan menanyakan apakah makhluk (jibril) masih ada? Jika tidak maka itu malaikat dan jika ada maka itu setan. Karena setan senang melihat aurat manusia. Sedang Rasul dalam keadaan ketakutan masa itu. Dan jibril telah pergi.

Begitu juga dgn wanita, pastikan membaca doa (minimal bismillah) ketika membuka aurat, niscaya Allah akan memberi hijab sehingga alam ghaib tidak dapat melihatnya.

Begitupun ketika masuk WC/Kamar Mandi/Toilet. Disebtkan dalam hadits bahwa tempatnya jin disana. Olehkarenanya, pastikan tidak lupa untuk membaca doa masuk wc agar Allah menghijabkannya jika anda tidak mau di plototin oleh jin selama anda didalam tempat itu.
Jin hidup di tempat2 kotor. Termasuk juga bagian tubuh manusia. Jika tidak terurus dan dibiarkan kotor maka dipastikan jin berhinggap disana.

Ukuran jin itu berbagai macam. Ketika kita memaki ia akan tumbuh besar dan ketika kita berzikir ia akan mengecil. Pastika tubuh anda terjaga dari kotoran dan najis serta jadikan ia selalu wangi.
Ketik menguap tutup mulut anda dan tahan agar tidak bersuara. Karena dengan menguap jin mudah memasuki dan bersarang didalam tubuh.

Jauhi perkara2 y menghibur setan seperti bersuara saat menguap dan bersiul.
Pastikan ketika keluar rumah anda tidak sendirian dan tidak berdua2an dengan bukan mahram. Karena jin hadir diantara mereka.

Jika anda sudah berkeluarga, pastikan saat berjimak tidak lupa membaca doa (minimal bismillah). Supaya jin dan setan tidak ikut serta dalam hubungan anda. Karena jin bisa saja meniduri/menzinai anda/istri anda. Itu karena jin juga memiliki nafsu seperti manusia. Sama seperti nafsunya manusia melihat jin yang memikat hati karena wujud rupanya yang mengundang syahwat.
- jangan mandi dalam keadaan terbuka ( telanjang )
- jangan mandi selepas petang
- jangan tidur dlam keadaan terbuka (telanjang) / pakaian yg minim
- jangan tidur telentang, sebaiknya tidur menyamping ( sprti sunnah rasulullah)
- jangan tidur setelah ashar sampai habis mahrib
- jangan tidur di ruang tamu
Saat anda (wanita) tidur, jangan lupa membaca doa. Itu agar anda selamat dari kejahatan (diperkosa) oleh kaum jin laki2. Jika anda merasa ditindih jin maka langsung bertaawudz dan memohon pertolongan krn bisa jadi anda sedang dicabuli setan.

Jika anda anak kos, ketika masuk jangan lupa salam dan doa. Itu supaya rumah anda tidak dihuni jin laki-laki dan supaya tidak memudharatkan anda. Pastikan anda melaksanakan shalat dan tilawah quran didalamnya.

Perlu anda ketahui, sebagaimana pengalaman dri kisah yang ada. Bahwa jin sangat suka dengan wanita cantik. Banyak kita jumpai peristiwa wanita kesurupan karena jin yang merasukinya itu cinta padanya. Jin itu akan mengikutinya kemanapun ia pergi. Pastikan anda selalu memproteksi diri dengan membaca ayat kursi ba'da maghrib, subuh dan sebelum tidur.
Kemudian membaca doa sebelum makan dan minum.

Jangan pernah kedukun dan memakai pelet. Sering-seringlah meruqyah diri sendiri atau Pergilah minimal 6 sekali ke praktisi ruqyah syariyah untuk memastikan dan juga agar jin yang memudharatkan anda itu pergi atau musnah.

Selanjutnya jangan lupa membaca basmalah pada tiap perkerjaan supaya anda terproteksi dari kejahatan.

Wassalamu'alaikum wr.wb



Hasil Penelitian Membuktikan Cara Islam Menyembelih Sapi Paling Baik

Hasil Penelitian Membuktikan Cara Islam Menyembelih Sapi Paling Baik

Dunia Barat yang memiliki teknologi tinggi untuk mempermudah penyembelihan sapi malah kaget setelah melihat hasil penelitian dari teknik penyembelihan dengan cara islami, hal ini patut kita syukuri sebagai umat Islam yang selama ini melakukan penyembelihan dengan cara tradisonal, apalagi sekarang sudah semakin dekat dengan hari raya qurban.


Bagaimana hasil penelitian tersebut? sehingga dunia barat terkejut akan hasilnya, mari kita simak hasil penelitian berikut:

Persiapan Penelitian Penyembelihan Sapi

1. Rasulullah tak pernah belajar cardiology tapi syari'atnya membuktikan penelitian ilmu modern.

2. Melalui penelitian ilmiah yang dilakukan oleh dua staf ahli peternakan dari Hannover University, sebuah universitas terkemuka di Jerman. Yaitu: Prof.Dr. Schultz dan koleganya, Dr. Hazim. Keduanya memimpin satu tim penelitian terstruktur untuk menjawab pertanyaan: manakah yang lebih baik dan paling tidak sakit, penyembelihan secara Syari’at Islam yang murni (tanpa proses pemingsanan) ataukah penyembelihan dengan cara Barat (dengan pemingsanan)?

3. Keduanya merancang penelitian sangat canggih, mempergunakan sekelompok sapi yang telah cukup umur (dewasa). Pada permukaan otak kecil sapi-sapi itu dipasang elektroda (microchip) yang disebut Electro-Encephalograph (EEG). Microchip EEG dipasang di permukaan otak yang menyentuh titik (panel) rasa sakit di permukaan otak, untuk merekam dan mencatat derajat rasa sakit sapi ketika disembelih. Di jantung sapi-sapi itu juga dipasang Electro Cardiograph (ECG) untuk merekam aktivitas jantung saat darah keluar karena disembelih.

4. Untuk menekan kesalahan, sapi dibiarkan beradaptasi dengan EEG maupun ECG yang telah terpasang di tubuhnya selama beberapa minggu. Setelah masa adaptasi dianggap cukup, maka separuh sapi disembelih sesuai dengan Syariat Islam yang murni, dan separuh sisanya disembelih dengan menggunakan metode pemingsanan yang diadopsi Barat.

5. Dalam Syariat Islam, penyembelihan dilakukan dengan menggunakan pisau yang tajam, dengan memotong tiga saluran pada leher bagian depan, yakni: saluran makanan, saluran nafas serta dua saluran pembuluh darah, yaitu: arteri karotis dan vena jugularis.

6. Patut pula diketahui, syariat Islam tidak merekomendasikan metoda atau teknik pemingsanan. Sebaliknya, Metode Barat justru mengajarkan atau bahkan mengharuskan agar ternak dipingsankan terlebih dahulu sebelum disembelih.

7. Selama penelitian, EEG dan ECG pada seluruh ternak sapi itu dicatat untuk merekam dan mengetahui keadaan otak dan jantung sejak sebelum pemingsanan (atau penyembelihan) hingga ternak itu benar-benar mati. Nah, hasil penelitian inilah yang sangat ditunggu-tunggu!

8. Dari hasil penelitian yang dilakukan dan dilaporkan oleh Prof. Schultz dan Dr. Hazim di Hannover University Jerman itu dapat diperoleh beberapa hal sbb.:

A. Penyembelihan Menurut Syariat Islam

Hasil penelitian dengan menerapkan praktek penyembelihan menurut Syariat Islam menunjukkan:

Pertama
Pada 3 detik pertama setelah ternak disembelih (dan ketiga saluran pada leher sapi bagian depan terputus), tercatat tidak ada perubahan pada grafik EEG. Hal ini berarti bahwa pada 3 detik pertama setelah disembelih itu, tidak ada indikasi rasa sakit.

Kedua

Pada 3 detik berikutnya, EEG pada otak kecil merekam adanya penurunan grafik secara bertahap yang sangat mirip dengan kejadian deep sleep (tidur nyenyak) hingga sapi-sapi itu benar-benar kehilangan kesadaran. Pada saat tersebut, tercatat pula oleh ECG bahwa jantung mulai meningkat aktivitasnya.

Ketiga
Setelah 6 detik pertama itu, ECG pada jantung merekam adanya aktivitas luar biasa dari jantung untuk menarik sebanyak mungkin darah dari seluruh anggota tubuh dan memompanya keluar. Hal ini merupakan refleksi gerakan koordinasi antara jantung dan sumsum tulang belakang (spinal cord). Pada saat darah keluar melalui ketiga saluran yang terputus di bagian leher tersebut, grafik EEG tidak naik, tapi justru drop (turun) sampai ke zero level (angka nol). Hal ini diterjemahkan oleh kedua peneliti ahli itu bahwa: “No feeling of pain at all!” (tidak ada rasa sakit sama sekali!).

Keempat
Karena darah tertarik dan terpompa oleh jantung keluar tubuh secara maksimal, maka dihasilkan healthy meat (daging yang sehat) yang layak dikonsumsi bagi manusia. Jenis daging dari hasil sembelihan semacam ini sangat sesuai dengan prinsip Good Manufacturing Practise (GMP) yang menghasilkan Healthy Food.

B. Penyembelihan Cara Barat

Pertama
Segera setelah dilakukan proses stunning (pemingsanan), sapi terhuyung jatuh dan collaps (roboh). Setelah itu, sapi tidak bergerak-gerak lagi, sehingga mudah dikendalikan. Oleh karena itu, sapi dapat pula dengan mudah disembelih tanpa meronta-ronta, dan (tampaknya) tanpa (mengalami) rasa sakit. Pada saat disembelih, darah yang keluar hanya sedikit, tidak sebanyak bila disembelih tanpa proses stunning (pemingsanan).

Kedua
Segera setelah proses pemingsanan, tercatat adanya kenaikan yang sangat nyata pada grafik EEG. Hal itu mengindikasikan adanya tekanan rasa sakit yang diderita oleh ternak (karena kepalanya dipukul, sampai jatuh pingsan).

Ketiga
Grafik EEG meningkat sangat tajam dengan kombinasi grafik ECG yang drop ke batas paling bawah. Hal ini mengindikasikan adanya peningkatan rasa sakit yang luar biasa, sehingga jantung berhenti berdetak lebih awal. Akibatnya, jantung kehilangan kemampuannya untuk menarik dari dari seluruh organ tubuh, serta tidak lagi mampu memompanya keluar dari tubuh.

Keempat
Karena darah tidak tertarik dan tidak terpompa keluar tubuh secara maksimal, maka darah itu pun membeku di dalam urat-urat darah dan daging, sehingga dihasilkan unhealthy meat (daging yang tidak sehat), yang dengan demikian menjadi tidak layak untuk dikonsumsi oleh manusia. Disebutkan dalam khazanah ilmu dan teknologi daging, bahwa timbunan darah beku (yang tidak keluar saat ternak mati/disembelih) merupakan tempat atau media yang sangat baik bagi tumbuh-kembangnya bakteri pembusuk, yang merupakan agen utama merusak kualitas daging.

Bukan Ekspresi Rasa Sakit!


Meronta-ronta dan meregangkan otot pada saat ternak disembelih ternyata bukanlah ekspresi rasa sakit! Sangat jauh berbeda dengan dugaan kita sebelumnya! Bahkan mungkin sudah lazim menjadi keyakinan kita bersama, bahwa setiap darah yang keluar dari anggota tubuh yang terluka, pastilah disertai rasa sakit dan nyeri. Terlebih lagi yang terluka adalah leher dengan luka terbuka yang menganga lebar…!

Hasil penelitian Prof. Schultz dan Dr. Hazim justru membuktikan yang sebaliknya. Yakni bahwa pisau tajam yang mengiris leher (sebagai syariat Islam dalam penyembelihan ternak) ternyata tidaklah ‘menyentuh’ saraf rasa sakit. Oleh karenanya kedua peneliti ahli itu menyimpulkan bahwa sapi meronta-ronta dan meregangkan otot bukanlah sebagai ekspresi rasa sakit, melainkan sebagai ekspresi ‘keterkejutan otot dan saraf’ saja (yaitu pada saat darah mengalir keluar dengan deras). Mengapa demikian? Hal ini tentu tidak terlalu sulit untuk dijelaskan, karena grafik EEG tidak membuktikan juga tidak menunjukkan adanya rasa sakit itu.

Semakin canggihnya dunia barat semakin membuktikan bahwa islam itu lebih ilmiah dan ilmiahnya sangat tinggi dan tidak ada yang bisa menandinginya, memang terlihat agak kejam karena disembelih secara sadar, secara logika akal sehat manusia kelihatan kejam, namun hasil penelitian tersebut telah membuktikan bahwa penembelihan ala islam lah yang paling baik.

Wassalamu'alaikum wr.wb

Perkembangan Islam Periode Madinah

BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang Masalah
Setelah peristiwa isra’ dan mi’raj, suatu perkembangan besar bagi kemajuan dakwah Islam muncul. Perkembangan masa itu datang dari sejumlah penduduk Yasrib yang berhaji ke Mekah. Pertama atas nama penduduk Yasrib mereka meminta kepada Nabi agar berkenan pindah ke Yasrib. Mereka berjanji akan membela Nabi dari segala ancaman. Nabi pun menyetujui usul yang akan mereka ajukan dan persetujuan ini disepakati dalam suatu perjanjian. Perjanjian ini disebut perjanjian Aqobah kedua, setelah kaum musyrikin Quraisy mengetahui adanya perjanjian antara Nabi dan orang-orang Yasrib, mereka kian gila melancarkan intimidasi terhadap kaum muslimin. Hal ini membuat Nabi memerintahkan kaum muslimin untuk berhijrah ke Yasrib. Lalu Nabi pun hijrah ke Yasrib karena kafir Quraisy sudah merencanakan pembunuhan untuknya. Sebagai penghormatan terhadap Nabi, nama kota Yasrib di ubah menjadi Madinatun Nabi (kota Nabi) atau Madinatul Munawaroh (Kota yang bercahaya) karena dari sinilah Islam memancar ke seluruh dunia. Disinilah Madinah menjadi kota yang penting dalam sejarah peradaban Islam.

B.  Rumusan Masalah
1.   Apa pengertian hijrah serta tujuan Rasulullah SAW berhijrah ke Madinah?
2.   Bagaimana sejarah dakwah Rasulullah SAW periode Madinah?
3.   Bagaimana strategi dan substansi dakwah Islam di Madinah?

C.  Tujuan
1.   Agar kita dapat mengetahui dan memahami pengertian hijrah serta tujuan Rasulullah SAW berhijrah ke Madinah
2.   Agar kita dapat mengetahui dan memahami sejarah dakwah Rasulullah SAW periode Madinah
3.   Agar kita dapat mengetahui dan memahami strategi dan substansi dakwah Islam di Madinah

BAB II
Pembahasan

A.  Pengertian Hijrah Serta Tujuan Rasulullah SAW Berhijrah Ke Madinah
Setidaknya ada dua macam pengertian hijrah yang harus diketahui oleh umat Islam. Pengertian pertama yaitu meninggalkan semua perbuatan yang dilarang atau dimurkai Allah SWT untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang baik dan diridhoi-Nya. Pengertian kedua yaitu berpindah dari suatu negeri kafir (non Islam) karena di negeri itu umat Islam selalu mendapat tekanan, ancaman dan kekerasan, sehingga tidak memiliki berpindah ke negeri Islam agar memperoleh keamanan dan kebebasan dalam berdakwah dan beribadah.
Tujuan rasulullah dan umat Islam berhijrah dari Mekah (negeri kafir) ke Yastrib (negeri Islam) yaitu :
       1.      Menyelamatkan diri dari berbagai macam tekanan kaum kafir Quraisy yang diterima oleh umat Islam
       2.      Untuk mendapatkan keamanan dan kebebasan dalam berdakwah serta beribadah sehingga dapat meningkatkan dakwah di jalan Allah dalam rangka menegakkan kalimat tauhid

B.  Sejarah Dakwah Rasulullah SAW Periode Madinah
Dakwah Rasulullah SAW periode Madinah berlangsung selama 10 tahun dari tanggal 12 Rabiul Awal tahun pertama hijrah sampai wafatnya rasulullah yakni tanggal 13 rabiul awal ke 11 hijrah.
1.   Kondisi Umum Kota Madinah
Kota Madinah sekarang ini berada di wilayah kekuasaan pemerintahan Kerajaan Arab Saudi terletak sekitar 160 km dari Laut Merah dan pada jarak lebih kurang 350 km sebelah utara dari kota Mekah. Kondisi tanah kota Madinah dikenal subur. Di sana terdapat oase-oase untuk tanah pertanian, oleh karena itu penduduk kota ini memiliki usaha pertanian selain berdagang dan bertenak. Tentunya kondisi Madinah berbeda dengan kondisi Mekah yang tandus dan gersang. Sebelum Nabi hijrah kota Madinah disebut dengan Yasrib. Penamaan Madinah secara bahasa mempunyai akar kata yang sama dengan “tamaddun” yang berarti peradaban.
Kondisi masyarakat Yasrib sebelum Islam datang terdiri atas dua suku bangsa yaitu bangsa Arab dan Yahudi. Bangsa Arab yang tinggal di Yasrib terdiri atas penduduk setempat dan pendatang dari Arab Selatan yang pindah ke Yasrib karena pecahnya bendungan Ma’arib. Persoalan yang dihadapi masyarakat Yasrib waktu itu adalah “tidak adanya kepemimpinan yang membawahi semua penduduk Yasrib”. Yang ada hanyalah pemimpin-pemimpin suku yang saling berebut pengaruh. Akibatnya perang antar suku pun sering terjadi.
2.   Kesepakatan Dalam Perjanjian Aqabah
Peristiwa hijrahnya kaum muslim dari Mekah ke Madina, selain kondisi dalam masyarakat Mekah yang yang sangat keras terhadap dakwah Islam juga disebabkan karena telah disepakati perjanjian penting yaitu “Perjanjian Aqobah” yang berlangsung dua kali di Bukit Aqobah yang disebut dengan “Bai’atul ‘Aqobah I dan II”.
·     Perjanjian Aqabah I
Pada tahun ke-12 kenabian bertepatan dengan tahun 621 Masehi, rasulullah menemui rombongan haji dari Yatsrib. Rombongan haji tersebut berjumlah sekitar 12 orang. Kepada mereka rasulullah menyampaikan dakwahnya. Seruan itu mendapat sambutan hangat sehingga mereka menyatakan keIslamannya di hadapan rasulullah. Pertemuan tersebut terjadi di salah satu bukit di kota Mekah yaitu Bukit Aqabah. Disinilah mereka mengadakan persetujuan untuk membantu Nabi Muhammad SAW dalam menyebarkan Islam.
Oleh karena pertemuan tersebut dilakukan di Bukit Aqabah maka kesepakatan yang mereka buat disebut Perjanjian Aqabah.
Adapun isi dari Perjanjian Aqabah pertama adalah sebagai berikut :
-       Mereka menyatakan setia kepada Nabi Muhammad SAW
-       Mereka menyatakan rela berkurban harta dan jiwa
-       Mereka bersedia ikut menyebarkan ajaran Islam yang dianutnya
-       Mereka menyatakan tidak akan menyekutukan Allah SWT
-       Mereka menyatakan tidak akan membunuh
-       Mereka menyatakan tidak akan melakukan kecurangan dan kedustaan
Ketika rombongan akan kembali ke Yatsrib, rasulullah mengutus salah seorang sahabatnya bernama Mus'ab Ibnu Umair untuk membantu penduduk Yatsrib yang telah menyatakan keIslamannya dalam menyebarkan ajaran Islam di kota tersebut.
Setibanya di Yatsrib, mereka giat mendakwahkan ajaran Islam kepada masyarakat sehingga dalam waktu singkat agama Islam berkembang dan pengikutnya semakin bertambah banyak.
·     Perjanjian Aqabah II
Pada tahun ke-13 kenabian bertepatan dengan tahun 622 Masehi, jamaah Yatsrib datang kembali ke kota Mekah untuk melaksanakan ibadah haji. Jamaah tersebut berjumlah sekitar 73 orang. Setibanya di kota Mekah mereka menemui rasulullah dan atas nama penduduk Yatsrib mereka menyampaikan pesan untuk disampaikan kepada rasulullah. Pesan itu adalah berupa permintaan masyarakat Yatsrib agar Nabi Muhammad SAW. bersedia datang ke kota mereka memberikan penerangan tentang ajaran Islam dan sebagainya. Permohonan itu dikabulkan rasulullah dan beliau menyatakan kesediaannya untuk datang dan berdakwah di sana. Untuk memperkuat kesepakatan itu mereka mengadakan perjanjian kembali di bukit Aqabah. Karena itu perjanjian ini di dalam sejarah Islam dikenal dengan sebutan Perjanjian Aqabah II.
Adapun Isi Perjanjian Aqabah kedua ini adalah :
-       Penduduk Yatsrib siap dan bersedia melindungi Nabi Muhammad SAW
-       Penduduk Yatsrib ikut berjuang dalam membela Islam dengan harta dan jiwa
-       Penduduk Yatsrib ikut berusaha memajukan agama Islam dan menyiarkan kepada sanak saudara mereka
-       Penduduk Yatsrib siap menerima segala resiko dan tantangan
Dengan keputusan ini terbukalah di hadapan Nabi Muhammad SAW harapan baru untuk memperoleh kemenangan karena telah mendapat jaminan bantuan dan perlindungan dari masyarakat Yatsrib. Sebab itu pula kemudian rasulullah memerintahkan kepada sahabat-sahabatnya untuk hijrah ke Yatsrib karena di kota Mekah mereka tidak dapat hidup tenang dan bebas dari gangguan, ancaman dan penyiksaan dari orang-orang kafir Quraisy.
Selain itu, ada beberapa faktor yang mendorong rasulullah memilih Yatsrib sebagai tempat hijrah umat Islam. Faktor-faktornya antara lain:
-       Yatsrib adalah tempat yang paling dekat.
-       Sebelum diangkat menjadi nabi, beliau telah mempunyai hubungan baik dengan penduduk kota tersebut. Hubungan itu berupa ikatan persaudaraan karena kakek rasulullah yaitu Abdul Mutholib beristerikan orang Yatsrib. Di samping itu, ayahnya dimakamkan di sana.
-       Penduduk Yatsrib sudah dikenal Nabi karena kelembutan budi pekerti dan sifat-sifatnya yang baik.
-       Bagi diri Nabi sendiri, hijrah merupakan keharusan selain karena perintah Allah SWT.
Dengan demikian, langkah-langkah strategis yang sangat menguntungkan bagi dakwah Islam telah dicanangkan. Beliau telah memiliki kesiapan yang sangat matang, selain karena telah mendapat dukungan dari penduduk Yatsrib, juga karena secara fisik dan mental beliau telah siap meninggalkan kota kelahirannya untuk meneruskan perjuangan dalam menegakkan kalimah tauhid.
3.   Kaum Muslim Dan Rasulullah Hijrah Ke Madinah
Kondisi Mekah dan kekejaman kaum musyrik Quraisy semakin meningkat. Kondisi ini dirasakan memberatkan umat Islam yang ada disana. Hijrah yang dilakukan kaum muslim ke Madinah berlangsung secara bertahap sendiri-sendiri atau dalam kelompok kecil. Tujuannya untuk menghindari kecurigaan kaum musyrik Quraisy. Sedikit demi sedikit kaum muslimin segera meninggalkan Mekah sedangkan Rasulullah masih tetap tinggal di Mekah. 
Setelah turun wahyu, Rasulullah dengan ditemani Abu Bakar Assidik selanjutnya menyusul ke Madinah. Setelah selamat dari kepungan orang-orang kafir yang ingin membunuh beliau di rumahnya namun mereka gagal karena yang mereka temukan bukan Muhammad tetapi Ali Bin Abi Thalib.
Perjalanan hanya dilakukan di malam hari dan menghindar dari jalan umum. Akhirnya Nabi Muhammad tiba di Quba (dekat Madinah) pada hari senin 20 September 622 Masehi setelah berjalan selama tujuh hari. Di tempat ini beliau menetap selama empat hari dan beliau juga mendirikan masjid yang diberi nama “Masjid Quba”.
4.   Sikap Masyarakat Madinah Terhadap Ajakan Dakwah Rasulullah SAW
Pada umumnya sikap masyarakat Madinah mudah menerima dakwah yang disampaikan oleh Rasulullah SAW. Bahkan sebelum Rasulullah hijrah ke Madinah, sebagian penduduk kota tersebut telah memeluk agama Islam. Selain itu mudahnya masyarakat Madinah menerima Islam disebabkan keadaan masyarakat Madinah yang banyak bersinggungan dengan kelompok agama lain seperti Yahudi yang telah mengenal ajaran ketuhanan. Masyarakat Madinah tidak lagi asing dengan ajaran agama tentang berbagai hal seperti Allah, hari akhir, surga ataupun neraka. Dengan demikian mereka pun menjadi lebih mudah dalam menerima ajaran yang dibawa oleh rasulullah yaitu Islam.
Di Madinah perkembangan agama Islam cukup pesat dan penganutnya semakin bertambah banyak. Oleh karena itu, sejak rasulullah menetap di Madinah maka masyarakat Madinah menjadi empat golongan yaitu :
-       Kaum muhajirin, terdiri atas orang-orang Mekah yang ikut serta melakukan hijrah.
-       Kaum Anshar, terdiri atas orang-orang Madinah yang membantu rasulullah.
-       Kaum Munafiqin, terdiri atas mereka yang hanya ikut memeluk agama Islam untuk mencari keuntungan lahiriah belaka.
-       Kaum Yahudi, terdiri atas golongan pengikut Nabi Musa yang mengetahui ajaran.

C.  Strategi Dan Substansi Dakwah Islam Di Madinah
Strategi dakwah yang dilakukan Rasulullah di Madinah berbeda dengan yang diterapkan di Mekah. Perbedaan tersebut tentunya disesuaikan dengan kondisi sosial politik masyarakat Madinah pada saat itu. Strategi yang diterapkan Rasulullah ketika berdakwah di Madinah antara lain sebagai berikut :
1.   Mendirikan Masjid
Masjid yang pertama kali didirikan oleh rasulullah di Madinah adalah Masjid Nabawi. Masjid ini dibangun di atas tanah yang dibeli beliau dari dua orang miskin bernama Sahl bin Amr dan Suhail bin Amr. Pendirian masjid ini dimaksudkan selain sebagai pusat Ibadah dan dakwah Islam namun juga berperan sebagai tempat bermusyawarah kaum Muslimin, tempat untuk mempersatukan kaum Muslimin bahkan dijadikan sebagai pusat pemerintahan. Disalah satu penjuru masjid disediakan tempat tinggal untuk orang-orang miskin yang tidak mempunyai tempat tinggal, mereka dinamai Ahlus-Suffah. Selanjutnya, dimulailah pembangunan jalan raya di sekitar masjid sehingga lama-kelamaan tempat itu menjadi pusat kota dan pemukiman serta perniagaan. Pesatnya pembangunan di sekitar masjid Nabawi menyebabkan banyak pendatang dari luar Madinah.
2.   Mempersaudarakan Kaum Muhajirin dan Anshar
Cara ini dilakukan rasulullah untuk mengkokohkan persatuan Umat Islam di Madinah. Persaudaraan ini didasarkan atas persaudaraan seagama dan bukan atas dasar kesukuan. Sebagai contoh rasulullah mempersaudarakan Hamzah bin Abdul Muthalib dengan Zaid bekas budaknya, Abu Bakar bersaudara dengan Kharija bin Zaid, dan Umar bin Khattab bersaudara dengan 'Itban bin Malik Al-Khazraji. Kaum Muhajirin kemudian banyak yang menjadi pedagang dan petani. Di antaranya Abdurrahman bin Auf menjadi pedagang, sedangkan Umar bin Khottob dan Ali bin Abi Tholib menjadi petani.
3.   Menciptakan Perdamaian Antar suku
Rasulullah berusaha membuat perdamaian antar suku. Ini merupakan salah satu strategi dan substansi dakwah yang dilakukan rasulullah dalam menyiarkan agama Islam di Madinah.
4.   Memprakarsai Perjanjian Piagam Madinah
Perjanjian damai ini dilakukan untuk menciptakan rasa damai dan tenteram bagi masyarakat Madinah baik yang Muslim atau yang bukan Muslim. Dari sini maka rasulullah membuat peraturan-peraturan yang disebut dengan “Piagam Madinah” yang isinya antara lain :
-       Kaum Yahudi bersama kaum muslimin wajib turut serta dalam peperangan.
-       Kaum Yahudi dari Bani Auf diperlakukan sama kaum muslimin.
-       Kaum Yahudi tetap dengan Agama Yahudi mereka, dan demikian pula dengan kaum muslimin.
-       Semua kaum Yahudi dari semua suku dan kabilah di Madinah diberlakukan sama dengan kaum Yahudi Bani Auf.
-       Kaum Yahudi dan muslimin harus saling tolong menolong dalam memerangi atau menhadapi musuh.
-       Kaum Yahudi dan muslimin harus senantiasa saling berbuat kebajikan dan saling mengingatkan ketika terjadi penganiayaan atau kedhaliman.
-       Kota Madinah dipertahankan bersama dari serangan pihak luar.
-       Semua penduduk Madinah di jamin keselamatanya kecuali bagi yang berbuat jahat.
Dalam Piagam Madinah tersebut terdapat beberapa asas yaitu azas kebebasan beragama, azas persamaan, azas keadilan, azas perdamaian dan azas musyawarah.
5.   Menggalang Kekuatan untuk Mempertahankan Agama
Jumlah orang-orang yang mengakui kerasulan Muhammad SAW bertambah dengan amat cepat sehingga dalam waktu yang amat singkat kekuatan Islam sudah mulai diperhitungkan oleh orang-orang yang tidak menyukainya. Ada tiga kekuatan yang secara nyata memusuhi Islam yaitu orang-orang yahudi, orang-orang munafik, dan orang-orang quraisy dengan sekutunya. Untuk itu rasulullah menggalang kekuatan demi mempertahankan agama Islam.

BAB III
PENUTUP

A.  Kesimpulan
Pada periode Madinah, Islam merupakan kekuatan politik. Ajaran Islam yang berkenaan dengan kehidupan bermasyarakat banyak turun di Madinah. Keteladanan rasulullah yang luar biasa patut kita contoh.

B.  Saran
Kita dapat meneladani sikap rasulullah seperti berhijrah. Contoh umumnya dikaum pelajar yaitu berhijrah dari kemelasan menuju kerajinan. Dan semoga makalah ini bermanfaat untuk para pembaca.